Gandis, cowok kelahiran jerman indonesia, ia mempunyai postur tubuh yang tinggi dan bentuk badan seperti model, tapi model perempuan. Ia masuk di universitas tanjung pura jurusan teknik elektro. Waktu awal pertama ia masuk ke UNTAN ia adalah sesosok pria tampan yang dikagumi oleh wanita-wanita dari yang tua sampai anak ABABIL. Dua tahun yang lalu menjadi masa kejayaan seorang gandis, tapi sejak ia masuk ke UNTAN ia harus memanjangkan rambut nya agar ia tak beda namun tak jua sama. kenapa si gandis gak sama dengan teman-teman nya, saat ia berambut panjang ia terlihat sangat cantik hampir tak nampak wajah pria nya.
“hai gadis cute banget sih” Kata seorang orang pria berambut gondrong
“Sialan lo, udah deh jangan ikut-ikutan godain gue” sahut si gandis
Si gandis gak tahu bahwa pada akhir nya ia dapat julukan si gadis cantik. Awalnya semua itu terjadi ketiga si gandis digodain om om hidung belang di depan temen-temen nya.
“hai gadis cantik, mau gak nemenin om jalan-jalan, nanti apa yang kamu mau om beliin” kata om hidung belang itu menggodai gandis
“najis mah, pergi sono” sambil memegang helm yang siap lempar
“hai gadis cantik, mau gak nemenin om jalan-jalan” ejek temen-temen nya
Sejak saat itu lah si gandis dijulukin gadis cantik, dan nama nya berubah menjadi gadis.
Dilema si gadis sampai saat sekarang ini, ia tak pernah punya pacar, setiap kali ia godain cewek di cafe, ia selalu dapat kata hinaan bukan pujian atau senyuman akan wajah nya.
“hai, sendirian ajah?” kata gadis
“gak lagi nunggu temen” cewek cafe
“aku temenin sementara boleh?” gadis
“nggak usah, makasih” cewek cafe
“aku suka banget, ngeliat wajah mu cantik, membuat jantung ini berdebar-debar” gadis mencoba merayu
“plaaaakkk” tamparan ringan
“sadar woooiii, cewek kok naksir cewek” cewek cafe pergi meninggalkan gadis
Bukan cuman di cafe, di mall juga ia tak pernah bisa ngegodain cewek, karena ia begitu cantik bagi wanita, malah sebaliknya ia selalu digodain sama pria-pria resek serta om-om hidung belang.
Di kantin kampus
Tampak si gadis alias gandis, wajahnya kusut kayak baju yang belum diseterika satu minggu, murung pula, ia tampak putus asa dan gelisah.
“hai bro cantik” sapa agus yang baru dateng
“heem”
“kenapa muka lo kusut banget?”
“gue kayak nya mau potong rambut aja deh, gue gak tahan dibilang cewek mulu, gue rasa nya gak bahagia banget, gak bisa dapetin cewek, digodain om om mulu, diejek sama kalian.” unek unek si gadis
“eeetss jangan dong, kita harus menghormati kakak-kakak senior kita, masa gitu aja kamu tekanan batin sih” agus coba menenangkan
“tapi gue gak bisa semaco kalian” gadis frustasi
“lo yang buat diri lo gak maco mamen”
Ternyata kalimat terakhir yang dikeluarin si agus itu membuat ia tersadar “lo yang buat diri lo gak maco” bener ia berprilaku lembek, jadi ia bertekat untuk membuat dirinya terlihat maco dan hal yang harus ia laku kan setiap hari adalah fitnes!! harus bisa membuat pustur tubuh nya menjadi kekar.
Gadis seminggu terakhir ini rajin datang ke tempat fitnes, disana ia dibimbing, ia yakin dengan latihan setiap hari dengan bimbingan yang tepat sama orang yang ahli dalam bidang ini, ia akan bisa membentuk otat nya dengan cepat.
“mbak, berapa minggu lagi yah bisa gede?” gadis sambil menunjukan otot lengan yang belum juga kekar
“dua atau 3 hari sudah bisa kenceng” kata mba pembimbing nya selama fitnes
“asik, gue bisa maco banget nih” kata gadis dengen gembira nya
“kok maco mba? Seksi dong?” sahut mbak itu heran
“mba mba, gue mas, gak lah, gue kan gedekan otot lengan biar kelihatan maco” jawab gadis
“maaf mas, loh? selama ini kan kita latihan membesar dan mengencangkan payudara mba, eh maaf mas?” jawab mba mba itu
“WHAT???” ( Gadis pingsan)
Gadis pulang ke rumah dengan muka lesu, ia tak habis pikir selama seminggu ini ia fitnes untuk mengencangkan payudara? ia lega, bahwa ia cepat menyadari fitnes yang salah itu kalo gak? seberapa besar payudara yang akan ia dapat kan?
“Huuuh” menghelakan nafas, lalu dengan tersenyum ia pun tidur untuk melupakan kejadian di tempat fitnes tadi.
Handphone berbunyi
“hallo” masih memejamkan mata
“dimana bro can?” dari jarak yang jauh disana
“di kamar, ngimpi” jawab nya ngawur
“kesini, kita ngumpul nih dijamin banyak om om” tertawa
“kampret, ya udah gue mandi dulu” jawab gadis
Gadis pun berjalan menuju cermin yang ada di depan tempat tidur nya, sejak ia menjadi wanita cantik ia selalu bercermin sehabis tidur untuk melihat apakah ia sudah tampak seorang laki-laki maco.
“haaaaaaahhh, tiiidaaaak payudara gue tumbuuuh” teriak histeris
“gandis ada apa?” mamanya, masuk ke kamar dengan cemas
“ini ini” sambil menunjuk kekhawatiran nya
“ini apa gandis?” binggung
“ini loh pa?” sambil nenunjuk dan menoleh trus berhenti tidak melanjutkan omongannya
“pa apa? tanya mama penasaran
“gak ada apa apa ma, sekarang mama keluar ya” mendorong mamanya keluar kamar
Ternyata si gadis cuman ngigau, ia tak benar-benar sadar saat itu, dan ia juga merasa sangat lega ternyata itu hanya ke kekhawatiran nya saja. Lalu ia pun menuju kamar mandi untuk membuat pikiran nya lebih segar lagi.
Di pakiran si gadis buru-buru meletak kan helm nya di bawah jok motor, karena ia sudah melihat batang hidung teman-teman nya, ia pun bergegas menghampiri teman-teman nya.
“hey bro” sapa gadis
“hay, makin cantik aja” sahut bejo menggoda
“ia nih makin cantik aja, sampai om om disana ngelirik terus” sahut si beno yang makin godain gadis
“wah kampret, ih najiiss mah” jawab gadis
Mereka pun tertawa, bersamaan.
“gimana fitnesnya sukses?” tanya agus
“sukses, tapi gue gak sanggup cape Jadi gue gak fitnes lagi” gadis berbohong, ia tak mungkin menceritakan hal yang memalukan itu
“aah cemen lu, jadi lu tetap jadi cowok cantik dong yah?” sahut bejo
“tetap jadi gadis cantik kami” beno
“ini adalah anugerah tuhan, jadi gue nikmati saja” sahut gadis yang tiba-tiba menjadi bijaksana
Saat goal yang di cetak messi pada detik terakhir membuat mereka bersoraak gembira, yeee yeyeyeyee 3-2, begitu lah teriakkan gembira mereka.
“sob gue pulang duluan ya, ngantuk” kata gadis
“aah cemen lu” sahut beno
“ok sob” jawab bejo
“oke” sahut gadis
Jalan saat itu sudah tampak sepi sekali, padahal masih jam 11.30 malam, ya sepi karena memang daerah tempat tinggal gandis selalu sepi, pukul 09.00 malam saja biasa sudah senyap bagaikan kuburan apa lagi pukul 11.30 malam.
“waduh kenapa nih” motornya mogok
Gadis pun mendorong motor nya, tak jauh dari tempat motor nya berhenti tadi ada dua orang preman yang sedang mabuk dan melihat dirinya. preman-preman itu pun menghampiri gadis.
“ada apa dek?” sambil mabuk
“ada yang bisa abang bantu?” muka mabuk
“gak usah bang cuman mogok doang” jawab gadis yang mencoba tenang
“ya udah temenin kita aja dulu yuk, senang-senang” sambil tertawa dengan muka mesum
“haayooo ikut” sambil menarik si gadis
“apa-apaan si bang, lepasin gak” gadis mencoba melepaskan pegangan preman itu
Preman-preman itu merobek baju si gadis, dan berencana mau memperk*sa di gadis malam itu.
“tiiidaaaaaaaak” teriak gadis
Ia gak nyangka keperjakaannya malam itu akan dicabut.
“aaaaaaaah” teriak preman itu lalu mereka pingsan seketika
Si gadis tak berhenti tertawa, melihat preman-preman itu pingsan begitu saja di depan mata nya, ternyata tanpa mempunyai otot yang kekar ia bisa mengalahkan preman-preman brengsek itu
“dasar, melihat bentuk yang sama aja langsung pingsan” membetulkan pakaiannya, dan tertawa terbahak-bahak

Comments (0)